EcoBiz (Ekonomi and Business)

Posted:
12 Sep 2009, 12:33
by H4WK
Buat para member yang mau discuss atau berbagi tentang info dan rumor business, ekonomi ato finance(Saham, index, forex dsb) dalam negeri atau international bisa disini. Semoga topic ini bermanfaat buat member yg ingin memperluas pengetahuan tentang ekonomi dan bisnis.
Salam
H4WK
EcoBiz (Ekonomi and Business)

Posted:
12 Sep 2009, 12:40
by mwenz
hi folowers yang saya banggakan,
berhubung ini topic bagus, maka topic ini saya sticky ya.
semoga bermanfaat buat folowers,
dan saya sebagai admin dari forumlowongan.com,
mengucapkan terima kasih atas sumbangan pemikiran
yang berharga dari h4wk as topic author,
dan folowers lain, yang mau ikutan discuss di topic ini
thx h4wk

best regards,
mwenz
site admin
EcoBiz (Ekonomi and Business)

Posted:
12 Sep 2009, 12:42
by adi
Jika bisnis ingin keluar sebagai pemenang,

sekarang adalah waktu untuk melihat dari sudut pandang klien !
EcoBiz (Ekonomi and Business)

Posted:
12 Sep 2009, 12:45
by adi
Kewirausahaan dan pola pikir global adalah salah satu kunci,
untuk perusahaan-perusahaan yang muncul dapat tumbuh melalui resesi
EcoBiz (Ekonomi and Business)

Posted:
12 Sep 2009, 12:57
by adi
Mantan ketua Federal Reserve AS telah mengatakan bahwa krisis ekonomi saat ini akan terjadi lagi.
waktu Mr Greenspan diwawancara mengenai penyebab dan dampak dari krisis kredit
Mr Greenspan mengatakan bahwa walaupun itu akan terulang kembali, krisis akan berbeda.
tetep aja nakutin ya ?

EcoBiz (Ekonomi and Business)

Posted:
12 Sep 2009, 15:07
by H4WK
Halo, Saya mau berbagi info kepada pebisnis muda bagaimana investasi anda bisa tetap untung di jaman krisis spt skrg ini. Saya baru membaca dari artikel "Yes, You Can Still be Rich" oleh Ramit Sethi dan mungkin bisa dijadikan pengetahuan.
1. Apa pandangan orang muda tentang uang?
Sebagian besar orang muda, tidak begitu memperhatikan uang mereka. Ketika ada sesuatu yang mereka tolak dan mendengar berita buruk tentang jatuhnya perekonomian, sekali lagi mereka tidak mengindahkanya, tetapi mereka merasa bersalah. Perasaan bersalah dan khawatir bercampur jika berurusan dengan uang, seperti makan dan bekerja. Misalnya "Saya tahu saya harus fitness 4 hari dalam 1 minggu, dan tidak boleh makan pizza." Mereka mengetahui bahwa mereka harus mencari jalan untuk menghasilkan uang dan membuat perhitungan Return of Investment dan Profit, tetapi mereka tidak tahu dimana harus memulai, karena disebabkan begitu banyaknya nasihat-nasihat yang bertentangan di luar sana.
2. Apakah resesi akan membuat 20-30 orang menjadi pesimis dan menjadi risk averse sepanjang hidup mereka?
Ya, banyak riset yang mengsugesti demikian. Hal demikian adalah situasi yang buruk untuk orang muda karena mereka sudah tidak menginvestasikan sebanyak yang mereka inginkan (karena menjadi khwatir). Di masa depan, akan ada banyak orang muda yang berkata "Saya tidak menginvestasikan uang di pasar saham." dan itu menjadi susah ketika meyakinkan orang tentang keuntungan berinvestasi. Solusinya adalah investasilah untuk jangka panjang. Dalam 30-tahun pasar saham selalu naik.
3. Bagaimana meyakinkan orang untuk berinvestasi ketika rugi 50% dari uang yg diinvestasikan di pasar saham lebih dari 8 bulan?
Ada dua bagian yang berbeda disini: bagian intelektual dan matematik, ditambah dengan bagian emosional. Jika anda diberitahu 9 bulan lalu misalnya anda mengambil keputusan investasi pada saham yang sama 50% sale, akan sangat menarik. Tetapi kita berpikir itu adalah 50% adalah kerugian. Kerugian besar telah terjadi dan tidak ada orang yang dapat membantahnya. Akan tetapi ketika kita ada pada umur 20 atau 30 tahun, anda tidak membutuhkan uang tersebut pada saat 30 tahun dan 40 tahun. Jadi pada sisi intelektual dan matematika, anda berfikir "Saya akan terus melakukan averaging pada market."
Untuk sisi emosional, dapat dimengerti ketika emosi anda mengatakan" Saya rugi sangat banyak, saya ingin mnarik semua uang saya di pasar saham". Disaat seperti ini investor sering kali berpikir mereka untuk menarik sebagian uang, meinvestasikan uang atau menarik semua uang yg diinvestasikan. Tetapi ada beberapa alternatif, salah satunya anda dapat menarik sedikit, dan menempatkan lebih byk sbg uang tabungan, merelokasikan ulang dana untuk menempatkan lebih pada pendapatan tetap (deposito bank atau reksadana misalnya). Banyak pilihan yang dapat menjadi alternatif, tetapi ada satu hal, jika anda menarik semua uang anda di pasar saham, maka anda digaransi anda tidak akan ada di pasar saham ketiak pasar saham itu sedang 'bull" (naik)
4. Bagaimana jika tidak naik? Contohnya spt Jepang (Nikkei) yg stagnan pada beberapa dekade.
Seringkali orang membedakan dengan negara lain, tetapi itu menunjukan bahwa meraka tidak mengetahui perbedaan struktural dan fungsional ekonomi negara kita dan juga pola pergerakan haraga saham di negara kita. Memang masa lalu tidak dapat memprediksi masa depan, tetapi dapat memberikan gambaran apa yg akan terjadi, sebab sejarah biasanya dapat terulang kembali. Namun jika anda yakin kondisi fundamental di negara kita bagus maka berinvestasilah. Jika anda hanya di simpan dlm bentuk tabungan, tidak akan dapat memberikan return sebagai passive income (bukan berarti tabungan tdk penting, dan menginvestasikan smuanya pada pasar saham).
5. Asumsikan bahwa anda mengikuti pendapat anda sendiri, dan ada investasi di pasar saham, kemudian rugi yang cukup besar. Bagaimana anda tidak kecewa?
Buatlah sebuah infrastruktur dimana anda hanya fokus pada satu hal--mendapatkan lebih. Tentu anda harus membagi dana, 20% untuk investasi, 5% untuk investasi, dll. Untuk menghadapi kerugian, yang pertama adalah jangan cek portfolio investasi anda setiap hari (ada saatnya tetapi jgn tiap hari). Yang kedua ada perbedaan dimana anda kalah ketika investor lain menang dan kalah ketika investor lain kalah.
Jadi pointnya adalah fokuslah pada investasi jangka panjang pada saham2 yang berkualitas. Fokuslah pada menjadi kaya di masa depan, yang berarti juga dapat pergi bersama teman, keluarga dan membeli barang2 yg anda inginkan. Kesuksesan sejati adalah kesuksesan yg dapat dinikmati semua orang dan diri anda di masa depan.
Sudut pandang klien yang mana?

Posted:
12 Sep 2009, 16:38
by adi
adi wrote:Jika bisnis ingin keluar sebagai pemenang,

sekarang adalah waktu untuk melihat dari sudut pandang klien !
ya, pertanyaan nya adalah, sudut pandang klien yang mana?
karena ga semua klien itu sama?
yang mana yang perlu kita ikuti cara pandang nya?
Ada klien yang sangat responsif dan luwes dalam hal prosedural,
Ada klien yang sangat kaku dalam birokrasi nya,
Jadi kita perlu ikutin yang mana?
[ Post made via Mobile Device ] 
Sudut pandang klien yang mana?

Posted:
12 Sep 2009, 22:21
by H4WK
adi wrote: ya, pertanyaan nya adalah, sudut pandang klien yang mana?
karena ga semua klien itu sama?
yang mana yang perlu kita ikuti cara pandang nya?
Ada klien yang sangat responsif dan luwes dalam hal prosedural,
Ada klien yang sangat kaku dalam birokrasi nya,
Jadi kita perlu ikutin yang mana?
[ Post made via Mobile Device ] 
Jawabannya Kita coba beradaptasi dan bijak dlm mengikuti sdt pandang klien kt. Kalau bisa kasih input ke klien kita. hahahaha
Sudut pandang klien yang mana?

Posted:
13 Sep 2009, 09:44
by adi
H4WK wrote:Ada klien yang sangat responsif dan luwes dalam hal prosedural,
Ada klien yang sangat kaku dalam birokrasi nya,
Jadi kita perlu ikutin yang mana?
[ Post made via Mobile Device ] 
Jawabannya Kita coba beradaptasi dan bijak dlm mengikuti sdt pandang klien kt. Kalau bisa kasih input ke klien kita. hahahaha[/quote]
bener bro, jawaban nya ialah coba beradaptasi dan bijak,
karena perlu keluwesan dalam bermanuver, cuma sayang nya,
untuk bermanuver secara luwes,
kita juga butuh power yang lebih besar, parahnya, pada saat kita diperlukan untuk lebih luwes, power kita udah di strip e, dikit lagi kering,
itu dia yang repotnya bro,
gimana bisa beradaptasi?
[ Post made via Mobile Device ] 