CEO ( Chief Executive Officer ) tersebut ditanya apa kiatnya untuk membawa perusahaan yang dipimpin nya keluar dari krisis kali ini dan tetap bertahan, bahkan berhasil menjangkau pasar yang sebelum nya belum pernah dijangkau oleh perusahaan tempat ceo tersebut bekerja, maupun para pesaing nya.
CEO tersebut terdiam ketika ditanya pertanyaan tersebut, dan tetap bungkam seribu bahasa ketika para wartawan terus mendesak nya dengan pertanyaan tersebut.
Sampai akhir nya rekan CEO tersebut menjelaskan kepada para pemburu berita tentang hal yang dilakukan oleh sang CEO, ketika perusahaan itu berulang kali dilanda krisis berat, sampai yang saat menghadapi krisis yang terberat, yaitu krisis global kali ini.
Rekan CEO tersebut mengatakan kepada para wartawan, bahwa setiap kali perusahaan dilanda krisis, sang CEO langsung masuk ke ruang meeting, duduk sendirian di ujung meja meeting oval yang besar, kemudian dia mengeluarkan dompetnya dan menatap dalam foto istri sang CEO, hal itu dilakukan selama 15 - 30 menit.
Ya, sang CEO setiap kali menghadapi krisis yang menerpa perusahaan yang dipimpin, selalu masuk ruang meeting,
duduk di ujung, dan menatap foto istrinya yang terdapat dalam dompetnya.
Para wartawan kembali bertanya kepada rekan sang CEO, apakah inspirasinya didapat dari menatap foto istrinya ?
dan mengapa bisa mendapatkan inspirasi tersebut ?
Rekan sang CEO menjawab bahwa dia pun tidak tau, mengapa sang CEO bisa mendapatkan inspirasi setelah menatap dalam foto istrinya.
Akhirnya sang CEO membuka mulutnya dan mulai bercerita kepada para wartawan media international dari seluruh dunia yang datang pada hari itu. sang CEO pun mulai menjawab, kenapa dia selalu menatap dalam foto istrinya yang ada di dompetnya, setiap saat terjadi krisis, dan dapat membawa perusahaan nya keluar dari gejolak krisis, bahkan menjadi perusahaan yang lebih baik dari sebelumnya, tanpa harus ada yang dikorbankan ( PHK )
jawaban dari sang CEO adalah :
Setiap saat terjadi krisis, saya selalu menatap dalam dalam foto istriku, sambil menarik nafas dan menghela nafas panjang, seperti orang yang tertimpa masalah berat sekali.
Sewaktu saya menatap dalam dalam foto istri saya, saya berkata dalam hati saya,
Kalo 25 tahun idup ama elo aja gw sanggup, masa cuma masalah kaya gini, ga bisa gw hadapin ?
berat mana sih, masalah ini ? apa idup ama elo ?
jelas idup ama elo kan !!25 tahun aja bisa gw lewatin kok
"
Demikian lah jawaban dari seorang world class CEO yang berulang kali berhasil membawa perusahaan yang dipimpin nya melewati krisis, dan keluar sebagai pemenang.







