by H4WK » 20 Oct 2009, 23:10
Hari ini pasar saham mengalami tekanan jual yg tinggi dari investor asing. Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Selasa (20/10/2009), transaksi jual asing di pasar negosiasi sebesar Rp 319,916 miliar, sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 928,594 miliar. Totalnya mencapai Rp 1,248 triliun.
Perusahaan BUMN menjadi saham fokus dibeli oleh asing. Spt Telkon (TLKM) senilai Rp 107,405 miliar. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 5,925 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 33,610 miliar, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) Rp 21,421 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 49,395 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 4,450 miliar.
Sementara perusahaan swasta yg masaih mjd fokus dibeli asing adl PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) Rp 17,114 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 89,875 miliar serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 20,580 miliar. Namun, fokus asing melepas saham2 swasta adlh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indo Tambanraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Menurut detik finance, ssing melepas BUMI senilai Rp 299,062 miliar dengan net selling sebesar Rp 235,167 miliar. Tidak tampak dorongan beli asing yang cukup untuk menahan kejatuhan harga saham BUMI hari ini.
Pada saham ITMG, asing melepas senilai Rp 46,477 miliar dengan net selling Rp 19,488 miliar, artinya masih ada dorongan beli asing. Hal serupa terjadi pada saham BDMN dimana asing melepas Rp 10,153 miliar, namun karena adanya dorongan beli, ditutup net selling Rp 2,67 miliar.
Dua saham bank BUMN yaitu BBRI dan BMRI menerima tekanan jual asing cukup besar seperti BUMI. Penjualan asing pada saham BBRI mencapai Rp 109,408 miliar dengan net selling Rp 76,613 miliar.
Tekanan jual asing pada saham BMRI lebih besar lagi mencapai Rp 118,882 miliar. Dengan sedikit dorongan beli, BMRI ditutup net selling sebesar Rp 100,115 miliar.
Total nilai transaksi jual asing pada saham-saham tersebut di atas mencapai Rp 583,982 miliar dengan net selling Rp 434,053 miliar.
Penjualan volume tg besar oleh asing ini dikarenakan bursa Eropa mengalami koreksi bursa massal di negara2nya.
Jadi dpt disimpulkan pelamahan BEI ini bkn juga krn pelantikan presiden.